Salat Ied di Masjid, Bupati Takalar Kurban Tiga Ekor Sapi

  • Whatsapp
Bupati Takalar Syamsari Kitta akan melaksanakan Salat Idul Adha di masjid. Untuk tahun ini, Bupati juga menyiapkan tiga ekor sapi untuk dikurban. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta akan melaksanakan Salat Idul Adha di masjid. Untuk tahun ini, Bupati juga menyiapkan tiga ekor sapi untuk dikurban. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR- Bupati Takalar Syamsari Kitta akan berkurban tiga ekor sapi dalam Idul Adha 1441 H yang akan digelar 31 Juli 2020. Tiga ekor sapi akan disembelih di Rumah Jabatan Bupati sebelum dibagikan kepada warga kurang mampu dan bersyarat menerima daging kurban.

Sementara Wabup Takalar Achmad Sere dan Sekda Takalar Arsyad akan berkurban dua ekor sapi. Sapi akan disembelih di rujab masing- masing sebelum dibagikan kepada warga yang bersyarat menerima daging qurban.

Bacaan Lainnya

“Pak Bupati berkurban tiga ekor sapi, kalau Pak Wabup dan Pak Sekda dua ekor sapi, sapi akan disembelih di rujab masing- masing sebelum dibagikan kepada warga yang bersyarat,” kata Kabag Kesra Setda Takalar Amran Torada, Kamis 30 Juli 2020.

Amran mengatakan, pemotongan hewan sembelihan akan digelar usai pelaksanaan Salat Idul Adha yang digelar di masjid. Untuk tahun ini, pelaksanaan Salat Idul Adha 1441 di kabupaten Takalar akan dipusatkan di Masjid Agung Takalar, Jl. Jend. Sudirman, Kecamatan Pattalassang.

Sebelum pandemi covid-19 pelaksanaan salat lebaran tingkat kabupaten dilaksanakan di Lapangan Makkatang Dg Sibali. Penetapan lokasi ini berdasarkan surat edaran terkait tata cara pelaksanaan Salat Idul Adha oleh pemerintah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Untuk tingkat Salai Ied kita gelar di Masjid Agung,  kita tetap menerapkan protokol kesehatan dan diupayakan memberi jarak antar jamaah. Insyaallah akan disediakan tempat untuk cuci tangan serta handsanitizer sebelum masuk ke masjid,” kata Amran.

Ia mengimbau kepada semua panitia masjid untuk menyiapkan sabun dan tempat cuci tangan atau handsanitiser sebelum jemaah berwudhu atau memasuki masjid tempat lokasi salat Ied. Semua jemaah harus mengenakan masker dan senantiasa menjaga jarak sebagai bagian dari protokel kesehatan.

“Kami minta semua warga mengenakan masker dan tetap menjaga jarak baik di masjid maupun pada saat di lokasi penyembelihan, saya kira ini bagian dari bentuk kehati- hatian kita untuk menghindari hal- hal yang kita tidak inginkan,” terang Amran.    

Hanya saja, Amran mengimbau warga yang lanjut usia dan rentan tertular penyakit agar sebaiknya tidak melaksanakan salat Ied di masjid. Apalagi, warga yang memiliki penyakit bawaan dan berisiko tinggi terhadap penularan virus corona agar tidak mengikuti salat Idul Adha.

“Selain itu, bagi warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap COVID-19 diimbau untuk tidak mengikuti sholat Idul Adha di masjid,” tuturnya.

Terkait kegiatan takbiran, lanjut Amran, Pemkab mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling. Takbiran dapat dilaksanakan di masjid, mushola dan rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Editor: Azhar

Pos terkait