Sekda Jabat Ketua Yayasan Masjid Agung Takalar, Said Pammusu: Sudah Tepat!

  • Whatsapp
Sekda Takalar Arsyad Taba saat dilantik oleh Bupati Takalar Syamsari Kitta sebagai Ketua Yayasan Waqaf Masjid Agung, pekan lalu. (Ist)
Sekda Takalar Arsyad Taba saat dilantik oleh Bupati Takalar Syamsari Kitta sebagai Ketua Yayasan Waqaf Masjid Agung, pekan lalu. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR– Anggota Badan Pendiri Yayasan Masjid Agung Takalar Said Pammusu menilai penunjukan Sekda Takalar Arsyad Taba sebagai Ketua Yayasan Masjid Agung Takalar sudah tepat.

Mantan Wabup Takalar itu beralasan sejak awal pendirian Yayasan Masjid Agung Takalar dirintis oleh Pemkab. Sama dengan daerah lain, awalnya Ketua Yayasan selalu dijabat oleh wabup, sekda, atau pejabat teras di lingkup Pemkab Takalar.   

Bacaan Lainnya

Misalnya, saat Bupati Zainal Abidin di akhir tahun 90-an, Ketua Umum Yayasan Waqaf Masjid Agung dijabat oleh Asisten II Pemkab Takalar, Nawir Majjaga.

“Di beberapa kabupaten itu yang menjadi ketua umum Yayasan Waqaf yakni wabup, sekda, atau asisten,” kata Said Pammusu yang juga mantan Sekda Takalar itu, Minggu 22 November 2020.

Ia juga menilai jika jabatan ketua umum Yayasan Masjid Agung bukanlah jabatan struktural sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai rangkap jabatan. Untuk itu,  Arsyad Taba tak perlu melepaskan jabatan salah satunya. “Tak perlu mundur karena itu tidak termasuk rangkap jabatan,” terang Birokrat senior itu.  

Said pun menilai penetapan sekda sebagai ketua yayasan itu tak mencederai proses demokrasi yang telah memilih dan menetapkan Jamaluddin Maknun Dg Tata di internal yayasan. Said mengatakan, Jamaluddin Maknum pun ditetapkan sebagai ketua harian yang akan mengurus aktivitas dan rutinitas Masjid Agung dan Mess Pemda yang dimiliki oleh Pemkab Takalar.

Adapun sekda yang ditetapkan sebagai ketua yayasan hanya sebagai perwakilan Pemkab Takalar di Yayasan Waqaf Masjid Agung. “Jadi Pak Sekda di situ hanya sebagai perwakilan Pemkab, itu jabatan ex-officio saja karena masjid Agung dan Mess Pemda itu milik Pemkab Takalar,” kata Said.

Tanpa keterwakilan Pemkab di dalam Yayasan Masjid Agung, Said mengaku, banyak hal yang tidak bisa diselesaikan. Keberadaan sekda sebagai ketua umum untuk memudahkan penataan administrasi aset- aset milik Yayasan Waqaf Masjid Agung yang sebagian besar tercatat sebagai aset Pemda.

“Jadi penunukkan Pak Sekda sebagai ketua yayasan saya kira sudah tepat,” kata mantan pimpinan DPRD Takalar itu.

Sementara itu Kabag Kesra Pemkab Takalar Amran Torada mengatakan, penetapan sekda sebagai ketua yayasan telah melewati koordinasi dengan Biro Kesra Pemprov Sulsel. Pemprov menyarankan agar Ketua Yayasan Masjid Agung dijabat langsung oleh Sekda Takalar.

“Iya sudah kordinasi, jadi penetapan ini berdasarkan hasil koordinasi dengan Biro Kesra di Pemprov Sulsel,” kata Amran.

Editor: Azhar

  • Whatsapp