Sempat Ditutup Tiga Hari, Pelayanan RSUD Takalar Kembali Dibuka

RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle akhirnya kembali dibuka setelah sempat ditutup selama tiga hari akibat banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid 19, Ahad 21 Juni 2020. (Ist)
RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle akhirnya kembali dibuka setelah sempat ditutup selama tiga hari akibat banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid 19, Ahad 21 Juni 2020. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR– Manajemen RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle (HPDN) Takalar akhirnya kembali membuka pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Radiologi, terhitung Ahad 21 Juni 2020.

RSUD Takalar kembali membuka pelayanan setelah melakukan penelusuran oleh surveillance RSUD HPDN yang dilanjutkan dengan aggressive testing terhadap ratusan tenaga kesehatan. Hasilnya, nakes dan tenaga medis  yang bertugas melakukan pelayanan dipastikan aman dari Covid 19.     

Bacaan Lainnya

“Jadi setelah melakukan penelusuran, maka keputusan manajemen RSUD Takalar kembali membuka pelayanan yang sempat ditutup yakni Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Radiologi, jadi kita buka terhitung hari ini,” kata Direktur RSUD Takalar dr Asriadi Ali kepada wartawan, Ahad 21 Juni 2020.

Asriadi mengatakan, pihaknya membuka kembali pelayanan karena telah mendapatkan hasil swab semua nakes dan tenaga medis yang dua hari lalu melakukan swab test. Swab massif yang dilakukan oleh manajemen  RSUD untuk memastikan nakes yang akan akan bertugas melakukan pelayanan kesehatan bebas dari penularan Covid 19.   

“Alhamdulillah IGD dan Radiologi sudah bisa kita buka mulai hari ini. Jadi testing yang massif kita lakukan adalah upaya memutus mata rantai penularan sesama nakes di rumah sakit dan tentu jangan sampai tenaga kesehatan menjadi sumber penularan kepada masyarakat,” kata Asriadi.

Ia pun memastikan, jika nakes yang akan bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat Takalar adalah mereka yang negative atau tidak terinfeksi Covid-19. Hanya saja, Asriadi mengatakan, pihaknya akan memperketat proses screening penerimaan pasien untuk menghindari pasien positif Covid 19, tetapi tanpa gejala.

“Karena gejala mem9ng kadang tidak spesifik ternyata dicek swab hasilnya covid. Selain itu konsep physical distancing dan protocol covid lainnya adalah hal wajib yang kita harus patuhi, karena OTG (orang tanpa gejala) banyak dan bisa menjadi sumber penularan,” sambung dokter spesialis syaraf itu.

Asriadi pun meminta support dari seluruh masyarakat untuk membantu nakes di RSUD Takalar dalam menyampaikan keluhan dan riwayat penyakit. Sebab jika tak jujur saat diagnose awal akan menjadi sebab penularan Covid 19.  

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk screening pasien mulai dari Puskesmas sebelum dirujuk, jadi screening berlapis termasuk nanti saat sampai di rumah sakit,” kata dia.

Pelayanan IGD RSUD Takalar ditutup sejak Kamis 18 Juni 2020 setelah belasan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis dilaporkan terpapar virus corona atau Covid 19. Baik nakes dan tenaga medis yang terjangkit corona telah melakukan isolasi mandiri untuk mencegah terjadinya penularan virus berbahaya itu.

“Semua nakes kami yang terinfeksi dan dinyatakan positif telah melakukan isolasi sebagai bagian dari protap penanganan dan pencegahan Covid 19,” ujar Asriadi.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait