Sempat Terbengkalai, Syamsari Siap Benahi Stadion “Mangkrak” Peninggalan Ibrahim Rewa

  • Whatsapp
Bupati Takalar Syamsari Kitta saat meresmikan nama Gelanggang Olahraga Ranggong Daeng Romo, Selasa 30 Juni 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta saat meresmikan nama Gelanggang Olahraga Ranggong Daeng Romo, Selasa 30 Juni 2020. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR –  Bupati Takalar Syamsari Kitta siap membangun kembali stadion di Bilacaddi, kelurahan Kalabbirang, kecamatan Pattaassang, Selasa 30 Juni 2020.

Awalnya, bangunan ini akan dijadikan sebagai stadion sepak bola di era Bupati Ibrahim Rewa. Namun, pembangunan stadion ini mangkrak meski telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Di masa kepemimpinan Bupati Burhanuddin Baharuddin, stadion ini tak dilirik dan dibiarkan tak terurus.

Bacaan Lainnya

Kini di era Syamsari Kitta, stadion ini akan dibangun kembali dengan peruntukan sebagai gelanggang olahraga. Syamsari pun telah memberikan nama gelanggang ini secara resmi dengan nama Gelanggang Olahraga Ranggong Daeng Romo. Sebuah nama yang diambil dari pahlawan nasional kebanggaan Takalar.

Pemberian nama gelanggang juga sebagai penanda difungsikannya kembali fasilitas olahraga yang sempat terabaikan. Syamsari pun menjanjikan, secara bertahap akan membenahi fasilitas olahraga yang representatif. Misalnya, fasilitas jogging track, lapangan, atap stadion, termasuk wc serta akan menjadi lokasi sekolah bola untuk pemuda Takalar.

“Kita ingin memfungsikan berbagai asset pemda berupa lapangan, maupun tribun walaupun belum maksimal kondisinya. Saya berharap kita bisa merawat gedung ini bersama-sama. Kalau sudah ramai di sini para pedagang UMKM juga bisa berdagang disini,” ujar Syamsari saat peresmian nama Gelanggang Olahraga Ranggong Daeng Romo, Selasa 30 Juni 2020.

Jika tidak aral melintang, setelah pandemi berlalu dan aktivitas kembali berjalan normal, Syamsari mengatakan, rencananya akan dilakukan renovasi pada tribun dan atapnya dengan dana yang bersumber dari Pemprov Sulsel. Sementara, pada bagian timur akan dibangun saluran air atau irigasi serta ruang terbuka hijau oleh Balai Pompengan Jeneberang.

“Jika sudah normal kembali nanti, mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang saya dijanji oleh Pemrov Sulsel untuk memperbaiki stadion ini dengan rangka besi dan atap tidak menggunakan rangka sebelumnya. Sebelah timur akan dibangun oleh Balai untuk pembuatan saluran air dan embun, dan ruang terbuka hijau. Jika ini terwujud maka akan menjadi tempat wisata baru yang menarik,” papar Syamsari.

Mantan anggota DPRD Sulsel itu pun berharap masyarakat juga berperan aktif dan bekerjasama dalam menjaga dan membangun dan menjaga salah satu fasilitas publik milik daerah itu. Jika terawat, maka gelangang ini akan menjadi legacy (warisan) bagi generasi di masa mendatang.  

Editor: Azhar