Sidang Dugaan Wanprestasi, Pengusaha Arab Ngaku Takut Berinvestasi di Indonesia

Sidang lanjutan kasus gugatan dari investor Arab Saudi terhadap PT Zarinda yang diduga melakukan wanprestasi atau pelanggaran perjanjian dengan kerugian miliaran rupiah. Foto/Istimewa
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi mengajukan gugatan terhadap PT Zarinda yang disinyalir melakukan wanprestasi atau pelanggaran perjanjian dengan kerugian miliaran rupiah. Atas kejadian ini, pengusaha dari Arab tersebut mengaku takut berinvestasi di Indonesia.

Dalam sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi pelapor di PN Makassar, Rabu (25/5/2022), Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani, mengungkapkan bahwa intinya pihaknya meminta keadilan. Terlebih, hal ini melibatkan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

“Dalam surat pernyataan ada Rp258 miliar. PT OSS cuma minta keadilan aja surat pernyataan. Itu aja. PT Zarindah membuat pernyataan 258 tapi tidak dilaksanakan. Dasar itulah yang menjadi tuntutan,” ungkapnya.

Menurut Yoyo, dari surat pernyataan itu sama sekali tidak ada pembayaran. “Kami gak bisa ngomong karena itu rahasia investasi pribadi. Tapi pada dasarnya, PT Osos datang ke sini (menggugat) atas dasar pernyataan ditandatangi sendiri oleh direktur PT Zarindah sebesar Rp258 M. Tapi sampai saat ini belum dilaksanakan. Makanya PT Osos minta keadilan di Indonesia,” tuturnya.

Ia pun kembali menegaskan, jika sampai saat ini PT Zarinda sama sekali belum menyetor keuntungan atau deviden dari investasi tersebut. Padahal harusnya, pembayaran sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan 2020.

“Belum. Sesudah pernyataan, belum ada. Itu surat pernyataan akan membayar Rp258 M. Tapi itu tidak ada dilakukan PT Zarindah,” tutupnya.

Senada dengan hal itu, Direktur PT OSOS, Aldaej Saad Ibrahi, melalui penerjemahnya mengaku sudah takut untuk berinvestasi di Indonesia. Belajar dari sini, ia memastikan akan berhati-hati lain kali ketika ingin investasi.”Kita sudah tiga tahun bolak balik ke Indonesia tapi uang kami belum kembali,” tuturnya.

Pengacara PT Zarindah Perdana, Ismar Syafruddin, kepada awak media sebelumnya mengatakan gugatan perdataitu sebenarnya merupakan kali keduanya dilayangkan PT Osos Almasarat Internasional.

Dia menyebut, gugatan perdata sebelumnya sudah sampai pada tahap kasasi, karena di tingkat pertama pengadilan, majelis hakim telah menyatakan menolak gugatan tersebut.

Di samping itu, juga ada laporan pidananya di tingkat Mabes Polri dan di Polda Sulawesi Selatan, tetapi semua sudah terbit SP3-nya atau telah dihentikan karena semua laporannya tidak terbukti.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait