Tak Dukung Pemilik Lahan di Pilkades, Delapan Rumah Warga Dibongkar di Jeneponto

  • Whatsapp
Rumah dibongkar usai pemiliknya tak mendukung pemilik lahan di Pilkades Punagaya, Jeneponto, Selasa 16 November 2021. (Ist)
Rumah dibongkar usai pemiliknya tak mendukung pemilik lahan di Pilkades Punagaya, Jeneponto, Selasa 16 November 2021. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, JENEPONTO – Delapan unit rumah warga di dusun Kawaka, desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, dibongkar, Selasa 16 November 2021.

Rumah tersebut dibongkar karena diduga pemiliknya tak mendukung pemilik lahan yang maju di Pilkades. Pembongkaran itu pun atas perintah pemilik lahan yang marah besar atas sikap warga yang seolah tak pintar berterima kasih. Pemilik rumah pun harus rela meninggalkan lokasi rumah yang selama ini ditinggalinya.

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini menggambarkan tingginya tensi politik di desa lokasi PLTU Punagaya, Jeneponto. Kapolres Jeneponto, AKBP Yudha Kesit Dwijayanto membenarkan peristiwa pembongkaran rumah warga itu. Ia pun membenarkan jika pembongkaran itu imbas Pilkades.

“Rumah yang dibongkar ada 8 unit karena terbukti tidak melakukan pencoblosan pada calon kepala desa nomor urut 2 dan mereka sudah membuat pernyataan,” kata Yudha.

Yudha menjelaskan, sejumlah masyarakat yang ada di Dusun Kawaka sebelumnya pernah membuat surat pernyataan kepada pemilik Lahan (Aldin) untuk mecoblos nomor urut 2.

Yudha pun membantah terkait video yang beredar yang seolah menyiratkan adanya dugaan perusakan rumah. Menurutnya, rumah tersebut dibongkar atas persetujuan pemilik rumah yang berbeda pilihan dengan pemilik lahan.

“Jadi bahasanya bukan perusakan, cuma karena kekecewanya yang punya tanah lantaran sudah diberi tanah untuk mendirikan rumah tetapi mereka tidak mencoblos calon nomor 2,” katanya.

Akibatnya adanya kejadian itu, puluhan Personel Brimob Polda Sulsel, Polres Jeneponto, dan Polsek Bangkala langsung siaga di lokasi. Mereka turun ke lokasi untuk mencegah terjadi gesekan antara warga pasca pemilihan orang nomor satu di Punagaya itu.

Dalam PIlkades di Punagaya yang berlangsung 15 November kemarin, kandidat nomor urut 1 yang berstatus petahana Andi Pangerang mengantongi keluar sebagai pemenang dengan suara 1.114. Sementara penantangnya masing- masing, Sumarni 110 suara, Derniati 56 suara, Ahmad Yani 306 suara, dan Andi Mustamu Arfah, 1.075 suara.

Pembongkaran rumah usai momentum politik di Jeneponto sudah kerap terjadi. Bukan hanya Pilkades, persitiwa seperti sering menjadi tontonan pada saat Pileg dan Pilkada di Butta Turatea itu.

Editor: Azhar

  • Whatsapp

Pos terkait