Terlibat Hak Angket, Tiga Legislator Nasdem Takalar Terancam Sanksi Berat

  • Whatsapp
Sekretaris Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif. (int)
Sekretaris Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif. (int)

MANIFESTO, MAKASSAR- Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem bereaksi keras mendengar ketiga legislatornya di DPRD Takalar menjadi pengusul hak angket kepada Bupati Takalar Syamsari Kitta.

Jika tak kunjung ditarik, ketiga legislator Nasdem itu bersiap menanti sanksi berat. Bahkan, DPW mengancam akan mengganti mereka dengan kader lain di DPRD Takalar jika tetap melanjutkan pengusulan hak angket.      

Bacaan Lainnya

Pasalnya, Nasdem adalah pengusung utama Syamsari Kitta bersama Achmad Se’re (SK- HD) di Pilkada Takalar 2007 silam. Harusnya, Nasdem menjadi palang pertahanan bagi pemerintahan SK- HD selama lima tahun berjalan.

“Fraksi Nasdem Takalar dilarang ikut terlibat hak angket, Nasdem harus tetap mengawal dan mengamankan pemerintahan SK- HD,” tegas Sekretaris Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, Sabtu 3 Oktober 2020.

Ia mengaku, larangan fraksi Nasdem terlibat angket merupakan perintah langsung dari Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS). RMS yang juga anggota Komisi III DPR RI marah besar mendengar usulan hak angket yang turut digagas fraksi Nasdem Takalar.

“Ketua DPW telah memerintahkan anggota dewan Nasdem Takalar untuk mundur dari angket, tidak boleh ada yang terlibat,” terang Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.

Mantan Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah itu menyebut, pihaknya menyiapkan sanksi berat jika terlibat pengajuan hak angket. Apalagi, hak angket yang diajukan di masa pandemi itu sangat tidak berdasar. “Fraksi Nasdem tak boleh terlibat, jika tidak tertib, DPW sudah siapkan sanksi,” kata Syahar.

Editor: Azhar

  • Whatsapp