Terungkap! Agung Sucipto Serahkan Uang Suap NA Rp2,5 Miliar di Taman Macan

  • Whatsapp
Agung Sucipto alias Anggu menjalani sidang perdana di PN Tipikor Makassar Selasa 18 Mei 2021. (Int)
Agung Sucipto alias Anggu menjalani sidang perdana di PN Tipikor Makassar Selasa 18 Mei 2021. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR – Terdakwa Agung Sucipto alias Anggu ternyata menyerahkan uang Rp2,5 miliar untuk suap Gubernur Sulsel (nonaktif) Nurdin Abdullah (NA) di pinggir jalan di Taman Macan, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat 26 Februari 2021 malam.

Agung menyerahkan uang suap NA yang ditaruh dalam satu koper dan tas ransel ke Mantan Sekretaris Dinas PU Sulsel Edy Rahmat di Taman Macan untuk menghindari CCTV. Lokasi inilah yang dianggap paling aman untuk transaksi terlarang itu.

Bacaan Lainnya

“Awalnya mau diserahkan Agung di rumah jabatan gubernur. Tapi dia takut. Di rujab banyak CCTV. Takut, pak,” tutur Edy dalam kesaksiannya untuk terdakwa Agung Sucipto via daring dari Jakarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Jumat, 18 Juni 2021.

Sebelum itu, Agung dan Edy bertemu di Rumah Makan Nelayan. Di sana, uang tersebut juga tidak jadi dipindahkan Agung. Akhirnya keduanya berkeliling dan berhenti di pinggir jalan di Taman Macan.

Di sana kemudian koper dan ransel berisi uang dipindahkan ke mobil Edy Rahmat untuk nantinya diserahkan pada Nurdin Abdullah. Yang memindahkan adalah sopir Agung Sucipto.

Edy menerangkan, uang dari Harry Samsuddin, pemilik dari perusahaan PT Purnama Karya Nugraha sebanyak Rp1,050 miliar diserahkan ke Agung Sucipto untuk dibantu dalam mendapatkan proyek irigasi di Kabupaten Sinjai.

Sedangkan uang sebanyak Rp1,5 miliar adalah uang tanda terima kasih dari hasil pengerjaan proyek jalanan yang sebelumnya ditagih oleh Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah melalui eks Sekretaris PUTR Edy Rahmat.

Dalam kesaksiannya Edy menyebutkan, 5 hari sebelum terjerat OTT KPK ia disuruh Nurdin Abdullah meminta uang kepada Agung Sucipto untuk dana pilkada.

Nurdin memintanya untuk berkomunikasi dengan Agung Sucipto. Kata Edy, atasannya itu menyampaikan bahwa ia butuh dana untuk relawan di Pilkada.

“Kira-kira 5 hari sebelum OTT KPK. Sekitar hari Minggu tanggal 21 Februari, Nurdin Abdullah memanggil saya ke rumah jabatannya. Di sana dia menyampaikan pesan untuk meminta dana pada Agung,” katanya.

“Pak Gubernur bilang tolong sampaikan pada Pak Agung. Inikan sudah mau pilkada. Siapa tau dia bisa bantu untuk dana relawan,” terang Edy mengutip pesan Nurdin.

Lalu, pesan tersebut disampaikan Edy ke Agung. Agung pun menyanggupinya. Dan, dari sinilah kemudian uang itu akhirnya diserahkan di Taman Macan.

Beberapa saat usai penyerahan nominal uang dari Agung ke Edy, keduanya plus Nurdin Abdullah ditangkap oleh KPK. Dalam kasus ini, ketiganya telah ditetapkan tersangka dugaan korupsi dengan kerugian negara miliaran rupiah. Saat ini, Agung Sucipto telah menjalani sidang, sedangkan NA dan Edy masih menunggu pelimpahan dari KPK ke Pengadilan.

Editor: Azhar

Pos terkait