Terus Berlanjut! KPK Sita Dokumen Transaksi Perbankan Nurdin Abdullah

  • Whatsapp
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. (Int)
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. (Int)

MANIFESTO, JAKARTA– Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah.

Kali ini, KPK menyita sejumlah dokumen transaksi perbankan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah, yang terjerat kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur. Penyitaan dilakukan usai penyidik memeriksa pegawai Bank Sulselbar Makassar, Mawardi, Rabu 14 aPRIL 2021.

Bacaan Lainnya

“Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai dokumen terkait transaksi perbankan dari tersangka NA [Nurdin Abdullah],” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Kamis 15 April 2021.

Dalam proses pemeriksaan kemarin, penyidik lembaga antirasuah masih terus mengusut uang yang diterima Nurdin dan penggunaannya. Hal itu didalami melalui saksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Sari Pudjiastuti, Sri Wulandari selaku pihak swasta, dan pegawai BUMN Siti Abdiah Rahman.

“Didalami pengetahuan para saksi mengenai dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka NA yang merupakan pemberian dari para kontraktor di antaranya dari tersangka AS [Agung Sucipto],” tambah Ali.

Sementara untuk saksi bernama M. Ardi yang berprofesi sebagai Kepala Kantor Cabang Bank Mandiri Cabang Makassar Panakukang, dikonfirmasi terkait dugaan aliran sejumlah uang milik Nurdin melalui transaksi perbankan.

Sejauh ini, lembaga antirasuah sejauh ini sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Mereka ialah Nurdin, Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto, dan Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat. Ketiganya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Sabtu 27 Februari 2021 dinihari. Nurdin diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp5,4 miliar dari beberapa kontraktor, satu di antaranya adalah dari Agung.

Editor: Azhar

Pos terkait