Tinggalkan Danny, Siapa Dapat “Bola Muntah” Partai Golkar?

  • Whatsapp
Danny Pomanto bersama NUrdin Halid. (Int)
Danny Pomanto bersama NUrdin Halid. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR— Koalisi Partai Golkar dan Partai Nasdem sulit terwujud di Pilwali Makassar. Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse secara terbuka menolak kadernya, Moh Ramdhan Pomanto alias Danny berpasangan dengan kader Golkar, Zunnun Nurdin Halid.

Danny menegaskan pun siap mengikuti perintah “Bos Besar” Partai Nasdem Sulsel itu. Dengan penolakan ini, maka Partai Golkar perlahan akan meninggalkan mantan Walikota Makassar itu. Apalagi, Golkar “memaksakan” Danny menggandeng kadernya jika ingin mengendarai partai pemilik 5 kursi di DPRD Makassar itu.

Bacaan Lainnya

Lantas kemanakah arah dukungan Partai Golkar akan berlabuh? Siapa kandidat yang berpeluang mendapatkan “bola muntah” partai berlambang pohon beringin itu?

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar Luhur A Prianto mengatakan, Partai Golkar sudah hampr pasti tidak akan bersama Danny di Pilwali Makassar. Partai Nasdem yang merupakan asal Danny sudah terang- terangan menolak berkoalisi dengan Partai Golkar, terlebih jika harus menggandeng putra Nurdin Halid.

“Koalisi Nasdem dan Golkar sudah sulit terwujud di Makassar, itu setelah Pak RMS menyatakan sikap menolak berkoalisi dengan Golkar,” kata Luhur kepada Manifesto, Sabtu 14 Maret 2020.

Dengan demikian kata Luhur, Partai Golkar akan mengalihkan arah dukungannya di Pilwali. Ia mengatakan, jika selain Zunnun, ada Syamsu Rizal alias Deng Ical yang notabene kader potensial Partai Golkar yang siap bertarung. Apalagi, Deng Ical sudah mengantongi surat tugas PKS dan PKB.

“Partai Golkar sudah seharusnya mempertimbangkan kader terbaiknya yang ingin bertarung, ada Deng Ical yang siap maju sebagai cawali, secara elektabilitas sangat layak diusung, dalam beberapa survey terakhir, Deng Ical tidak terlalu jauh tertinggal dari Danny,” kata Luhur.

Jika Partai Golkar bergabung plus PKB dan PKS, maka Deng Ical sudah memastikan satu tiket ke arena Pilwali Makassar. Dengan mengusung Deng Ical maka Partai Golkar lebih terhormat karena mengusung kader sendiri, meski gagal mengusung Zunnun sebagai prioritas.

Selain Deng Ical, ada Munafri Arifuddin alias Appi yang bisa menampung Partai Golkar. Dengan tambahan Partai Golkar maka skenario head to head yang diinginkan kubu Appi semakin mendekati kenyataan.

“Bisa juga mendukung Pak Appi, tetapi itu tergantung skenario dan seberapa penting dukungan Partai Golkar, apalagi kubu Appi kelihatan sudah banyak memborong parpol, beliau klaim sudah ada lima parpol,” kata mantan Sekretaris Masica ICMI Sulsel itu.

Mengusung Appi kata Luhur, juga sudah tentu akan memupuskan langkah Zunnnun di Pilwali. Appi sebelumnya telah mengisyaratkan akan berpasangan dengan Abdul Rahman Bando.

Terkait peluangnya mengendarai Partai Golkar, Deng Ical menyerahkan sepenuhnya kepada DPP untuk menentukan sikap. Apalagi sebelumnya sudah ada prores tahapan pencalonan di Partai Golkar.

“Saya percaya ada proses lanjutan. Biarkan Golkar menilai, serahkan ke DPP untuk proses selanjutnya, kita tunggu saja,” kata Deng Ical kepada wartawan, Sabtu 14 Maret 2020.

Editor: Azhar

 

 

Pos terkait