Tingkatkan IPM, Diknas Takalar Gencarkan Gerakan Kembali ke Sekolah

  • Whatsapp
Ormas dan utusan setiap desa dan lurah mendengarkan materi untuk menyukseskan Gerakan Ayo Kembali ke Sekolah. (Ist)
Ormas dan utusan setiap desa dan lurah mendengarkan materi untuk menyukseskan Gerakan Ayo Kembali ke Sekolah. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR– Dinas Pendidikan Takalar terus menggalakkan Gerakan Kembali ke Sekolah yang bertujuan meningkatkan IPembangunan Manusia (IPM) Takalar pada 2021 mendatang.

Untuk memaksimalkan gerakan ini, Diknas pun menggandeng sejumlah ormas untuk terlibat langsung dengan membentuk Program Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang akan mengajar langsung warga Takalar yang putus sekolah. Diknas pun membangun koodinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan sehingga warga yang putus sekolah bisa terdata secara valid.

Bacaan Lainnya

“Gerakan Kembali ke Sekolah terus kita lanjutkan dan kita akan massifkan di tahun 2021 sehingga bisa berkontribusi lebih besar kepada peningkatan IPM kita,” kata Kepala Diknas Takalar Irwan Sijaya usai pelatihan Ayo Kembali ke Sekolah di salah satu hotel di Makassar, akhir pekan lalu.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan ormas yang terlibat dalam PKBM dan utusan kelurahan dan desa se Takalar. Ia menegaskan, di tahun mendatang, PKBM akan berlangsung di setiap desa sehingga keterlibatan warga putus sekolah bisa semakin tinggi.

“Kalau tahun ini dan tahun kemarin kan masih berpusat di kecamatan, makanya untuk tahun mendatang kita akan pusatkan di desa dan lurah sehingga bisa lebih maksimal dan lebih banyak yang terakomodir,” terang Irwan.

Puluhan peserta yang berasal dari berbagai ormas dan utusan setiap desa sedang fokus mendengarkan materi Gerakan Ayo Kembali ke Sekolah, akhir pekan lalu. (Ist)

Irwan menambahkan, jika dalam kurun interval waktu tiga tahun terakhir, 8230 warga Takalar yang sebelumnya putus sekolah telah menempuh pendidikan lewat PKBM paket A, paket B, dan paket C. Selama medio 2018, 1618 warga mengikuti program belajar yang dijalankan oleh 7 PKBM. Sementara pada kurun waktu 2019, 2721 warga mengikuti program belajar lewat 16 PKBM dan sepanjang 2020 tercatat 3891 warga mengikuti program belajar lewat 20 PKBM.

“Jadi sudah ada 8230 warga yang ikut program ini, bahkan lewat program ini, desa Soreang di kecamatan Mappakasunggu tecatat tidak lagi memiliki anak putus sekolah, saya kira ini semua bisa kita lakukan berdasarkan petunjuk Bapak Bupati,” kata Irwan.  

Saat ini, IPM Takalar berada di angka 66,94 dengan peringkat 21 di Sulsel. Takalar hanya terpaut selisih angka yang sangat tipis dengan Sinjai, Soppeng, dan Tana Toraja yang berada di peringkat di atasnya.

“Kita optimistis lewat program ini, maka IPM kita akan meningkat, program ini bisa meningkatkan harapan lama sekolah dan rata- rata lama sekolah yang menjadi penilaian dalam perangkingan IPM,” ujar Irwan.

Saat ini, harapan lama sekolah (HLS) di tahun 2019 di kisaran 12,25 tahun dan rata- rata lama sekolah di tahun 2019 berada di angka 7,18 tahun.   

Sebelumnya, Bupati Takalar Syamsari Kitta mengatakan, selama tiga tahun pemerintahannya sangat fokus untuk meningkatkan IPM Takalar. Untuk meningkatkan IPM, Syamsari pun fokus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, daya beli masyarakat alias ekonomi.  

“Kita tingkatkan kualitas pendidikan kita lewat program gerakan Ayo Kembali ke Sekolah, sehingga angka lama sekolah bisa menigkat, kita tingkatkan kesehatan kita dengan perbaikan layanan serta peningkatan sarana prasarana kesehatan, harapannya kita dengan usaha maksimal kita, IPM kita akan bisa lebih baik di tahun- tahun mendatang,” kata Syamsari.  

Editor: Azhar