Tolak Tambang Laut, Warga Galesong: Jangan Korbankan Kami

judul gambar

MANIFESTO.com, TAKALAR- Masyarakat pesisir Takalar mengeluhkan rencana perpanjangan penambangan pasir di laut Galesong.

Mereka khawatir tambang pasir laut yang diperuntukkan untuk reklamasi CPI itu kembali berlanjut. Pasalnya, warga pesisir telah merasakan penderitaan luar biasa akibat tambang yang dilakukan sejak Maret 2017 itu.

Bacaan Lainnya

“Kami selaku masyarakat nelayan yang tinggal di daerah pesisir Galesong sangat keberatan dan tidak terima kalau akan ada lagi penambangan pasir di perairan Galesong,” kata Tokoh Masyarakat Galesong Daeng Sitaba yang selama ini bersama warga  getol menolak penambangan pasir, Senin 15 Juli 2019.

Daeng Sitaba bersama warga pesisir Galesong telah berulang kali menggelar aksi menolak kembali tambang laut di Kantor Bupati Takalar. Bukan hanya itu, warga pesisir juga berulang kali menggelar aksi di lokasi tambang saat penambangan masih masih berlangsung.

Daeng Sitaba menegaskan, selain abrasi yang merusak pemukiman warga, banyak warga kini telah beralih pekerjaan yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan. Nelayan kini kesulitan mencari ikan karena kerusakan laut dan pesisir akibat tambang.

“Kami para nelayan sudah merasakan penderitaan yang diakibatkan oleh dampak dari penambangan pasir laut, banyak nelayan telah beralih profesi, bahkan pindah tempat tinggal karena abrasi,” kata Sitaba.

Bagi mereka yang bertahan sebagai nelayan kata Sitaba, hasil tangkapan semakin berkurang dan lokasi pencarian ikan semakin jauh keluar. Ditambah lagi kebutuhan BBM yang semakin tinggi dan mahal.

“Kami tolak dan pemerintah seharusnya memahami penderitaan masyarakat kecil karena terus terang sangat merugikan kami,” ujar Sitaba.

Ia memahami jika tambang laut akan menambah pendapatan daerah, tetapi Daeng Sitaba meminta agar tidak mengorbankan warga pesisir Galesong. “Jangan korbankan kami,” pinta dia.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait