Usung Danny- Fatma, Langkah Berani RMS Lawan Klan Yasin Limpo

Rusdi Masse bersama Irman Yasin Limpo di sebuah acara beberapa waktu lalu. (Int)
Rusdi Masse bersama Irman Yasin Limpo di sebuah acara beberapa waktu lalu. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, JAKARTA – Partai Nasdem telah mendeklarasikan mantan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto- Fatmawati Rusdi Masse (Danny- Fatma) sebagai usungan di Pilwali Makassar.

Istri Ketua Nasdem Sulsel Rusdi Masse pun didapuk sebagai calon wakil Danny. Nama Fatma seolah menggantikan nama Irman Yasin Limpo alias None, nama yang awalnya hendak dipasangkan oleh Nasdem dengan Danny Pomanto.

Bacaan Lainnya

Kini None pun seolah berjuang berpisah dari sahabatnya, Rusdi Masse. None pun saat ini fokus menggenapkan parpol pengusung tambahan Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah digenggamnya. Partai Golkar memberikan isyarat mengusung None, tetapi menggandeng kader beringin.

Lantas inikah sinyal Rusdi Masse meninggalkan atau berani melawan klan Yasin Limpo di Pilwali Makassar? Padahal selama ini, Rusdi Masse selalu di bawah bayang- bayang Syahrul Yasin Limpo dan Irman Yasin Limpo. Bahkan, dua nama ini dikenal sebagai “mentor” kala Rusdi Masse bertarung di Pilkada Sidrap 2018 dan 2013 silam.

Pengamat politik Unhas, Aswar Hasan mengatakan, dalam politik tidak ada sahabat dan musuh yang berlangsung abadi. Hari ini sahabat, tetapi di lain waktu bisa menjadi musuh yang merepotkan. Demikian juga sebaliknya, seorang musuh politik di lain waktu bisa menjadi teman yang menentukan kemenangan.   

“Dalam politik memang tiada kawan dan lawan yang abadi. Kalau sebelumnya Rusdi bersahabat dengan Irman YL pada kacamata politik sekarang mereka berhadapan dan berlawanan,” tutur pengamat politik Unhas, Aswar Hasan kepada Manifesto, Sabtu 11 Juli 2020.

Aswar menegaskan, politik yang terjadi saat ini sanggat pragmatis dan dinamis. Dalam kancah politik, situasi terkadang membuat sahabat harus saling “membunuh” di Pilkada atau Pileg.

“Nah sejauhmana pragmatisme politik sudah lebih diutamakan dibanding etika politik di Makassar? Pilwali yang digelar Desember nanti yang akan menjawabnya,” ungkap mantan Ketua Komisi Penyiaran Independen Daerah (KPID) Sulsel itu.

Penulis: Fadli Ramadhan

judul gambarjudul gambar

Pos terkait