Wagub Sulsel Tegaskan Fokus Bangun Luwu Raya

Wagub Sulsel saat menghadiri hari jadi Tana Luwu, Sabtu 23 Januari 2021. (Ist)
Wagub Sulsel saat menghadiri hari jadi Tana Luwu, Sabtu 23 Januari 2021. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MASAMBA– Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen membangun Luwu Raya. 

Hal ini disampaikan Wagub Sulsel saat menghadiri peringatan 753 Tahun Tana Luwu dan 75 Tahun Perlawanan Rakyat Luwu Sabtu 23 Januari 2021 yang dilaksanakan secara terbatas serta tetap mengedepankan protokol kesehatan di Kabupaten Luwu Utara.

Bacaan Lainnya

Sudirman mengatakan selama ini pemerintah provinsi Sulsel telah memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan Luwu Raya salah satunya melalui bantuan keuangan daerah.

“Alhamdulillah tidak terasa pembangunan kami lakukan (pembangunan dari APBD Provinsi) di Luwu Raya pada tahun 2019 hingga 2020 telah mencapai kurang lebih Rp 500 miliar sebagai upaya menciptakan desentralisasi pembangunan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan berbagai pembangunan strategis di Luwu Raya di antaranya ruas jalan Sabbang-Tallang-Seko, Bua-Rantepao, Ussu-Nuha-Beteleme, Latuppa-Bangko-Pantilang, Batusitanduk-Sadan, Bendung di Makawa.

“Berbagai pembangunan strategis telah kita lakukan bersama di antaranya Jembatan Kakea, Jembatan Sungai Nangka, Jembatan Tuluran, Extend Bandara Andi Djemma to fit ATR72 airlines, normalisasi Sungai Manakai dan Pawesoi dan lainnya yang semua ini demi meningkatkan konektivitas dan memberi akses pertumbuhan ekonomi serta menekan ketimpangan pembangunan kota dan desa,” tegasnya.

Wagub sulsel juga mengatakan telah berdiskusi dengan BPN Luwu Utara terkait pembebasan lahan untuk irigasi Baliase terus berjalan untuk saluran sekunder.

“Kapasitas bendung Baliase 21.000 hektar oleh  Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Kementerian PUPR akan menjadi sistem irigasi terbesar di Sulsel yang mampu menjadikan Luwu Utara sebagai lumbung pangan unggulan nasional,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, orang nomor dua di Sulsel ini mengsosialisasikan vaksin Covid 19. Diketahui dia merupakan orang pertama di Sulawesi Selatan yang di vaksin Covid 19 serentak se- Indonesia.

“Ketika divaksin, harus melalui prosedur dulu, ada tahapannya, tidak asal divaksin, harus melalui uji kelayakan, siapa yang tidak memenuhi syarat, tidak dapat divaksin. Salah satu syarat untuk divaksin adalah tidak pernah terkonfirmasi positif,” tutupnya.

Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, peringatan 753 tahun Tana Luwu dan 75 Tahun Perlawanan Rakyat Luwu diselenggarakan 23 Januari setiap tahunnya sebagai momentum mengenang nilai sejarah Tana Luwu.

“Peringatan ini tidak sekedar membawa kita bernostalgia,Tetapi jauh lebih penting peringatan merupakan komitmen nilai perjuangan masyarakat Tana Luwu,” kata Indah.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait