Wujudkan Kawasan Industri di Takalar, Syamsari Berkunjung ke Cina

judul gambar

MANIFESTO.com, TAKALAR- Bupati Takalar Syamsari Kitta tidak main- main dalam mewujudkan pembangunan kawasan industri di Laikang- Punaga, kecamatan Mangarabombang.

Kali ini, Syamsari mengunjungi sejumlah kawasan industri di Cina sebagai persiapan membangun kawasan serupa di Takalar, Senin 1 Juli 2019. Kunjungan sebagai lanjutan kerjasama Pemkab Takalar dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Syamsari didampingi Direktur Pengembangan Kawasan PT KBN R. Ahmad Juanedi, Business Development PT. KBN Lussi Erniawati dan Ulfa Febrianti Zain, serta perwakilan dari Kementrian BUMN Amirur Royanata Mardjoko.

Syamsari bersama tim dari PT KBN mengunjungi dua lokasi yakni Zhaoqing dan Wuzhou. Di Zhaoqing untuk melihat tempat pengumpulan dan sortir limbah logam (besi, aluminium dan yang lainnya) dan di Wuzhou untuk melihat pabrik pengolahan limbah logam menjadi mesin dan peralatan lainnya.

Di lokasi, Syamsari disambut Owner Winmex Mr. Lou dan dari pemerintah setempat Mr. Wang.  Bupati bersama tim KBN mengunjungi kawasan industri yang luasnya 2000 hektar dengan masing-masing 100 perusahaan di setiap kawasan.

“Ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama dengan PT KBN, lalu dari pihak PT. KBN membuat tim untuk mengunjungi kawasan industri yaitu industri daur ulang logam,” kata Syamsari, Senin 1 Juli 2019.

Rencananya, industri daur ulang logam ini menjadi salah satu industri yang akan dibangun di Kawasan Industri Takalar oleh pengusaha dari China yang tergabung dalam CRMA.

Industri daur ulang logam ini nantinya akan mengolah bahan baku seperti mobil-mobil bekas dan peralatan berbahan logam lainnya seperti besi, aluminium, dan kuningan.

Di kawasan tersebut juga nantinya akan mengolah logam hasil daur ulang menjadi barang layak pakai seperti mesin dan peralatan mobil, seperti yang dilakukan di Kawasan Industri China dan berhasil berkembang pesat dalam kurun waktu 11 tahun.

“Pemerintah kabupaten bersama PT. KBN menyiapkan sampai layak untuk menjadi kawasan industri, lalu kelompok pengusaha akan menjadi penyewa di lahan tersebut, salah satunya yang bersedia adalah kelompok pengusaha Cina yang tergabung dalam CRMA,” ujar Syamsari.

Pembangunan kawasan industri Takalar ini nantinya diharapkan akan membuka lapangan kerja baru dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait