Xavi Hernandez Akhiri Karier Manisnya di Sepakbola

judul gambar

MANIFESTO.com, JAKARTA– Legenda Barcelona dan Tim Nasional (Timnas) Spanyol, Xavier Hernandez Creus, mengumumkan secara resmi pensiun sebagai pesepak bola profesional di akhir musim ini.

Pria yang telah mengukir tinta emas di jagad sepakbola akan menyelesaikan masa baktinya bersama klub asal Qatar, Al Sadd, di tahun ini sebelum gantung sepatu.

Bacaan Lainnya

Xavi mendeklarasikan pensiunnya ini lewat sebuah surat terbuka yang ia tulis. Kabar yang sebenarnya, tidak mengejutkan. Pasalnya, usia Xavi saat ini sudah menginjak 39 tahun.

Tentu saja, karier sepak bola Xavi adalah salah satu yang paling mentereng di dunia sepak bola. Semua trofi prestisius di dunia sepak bola pernah ia rengkuh dalam 21 tahun kariernya.

Masa kejayaan Xavi tentu ia capai bersama Barcelona, klub yang membesarkannya sejak masih belia. Pria yang berposisi sebagai gelandang ini tercatat membela tim senior Barcelona dari tahun 1998 hingga 2015. Dalam 17 tahun kariernya bersama Blaugrana, Xavi sukses memenangi delapan trofi La Liga dan empat trofi Liga Champions.

Kesuksesannya di Barcelona beriringan dengan kejayaannya di Timnas Spanyol. Pria bertubuh mungil ini menjadi kepingan integral dari catatan bersejarah La Furia Roja di tahun 2008 hingga 2012. Ya, dalam rentang waktu itu, Xavi turut berperan dalam juaranya Spanyol di Piala Eropa 2008 & 2012, serta Piala Dunia 2010.

Xavi pindah ke Al Sadd ketika usianya sudah menginjak 35 tahun. Namun, ia masih mampu menyumbangkan satu trofi liga dan tiga trofi kompetisi domestik lainnya untuk klub tersukses di Qatar itu.

Penghargaan individu yang diterima Xavi juga begitu banyak. Di tahun 2009-2011, ia berada di peringkat ketiga FIFA Ballon D’Or. Xavi juga pernah tercatat sebagai pemain Spanyol terbaik di La Liga tahun 2005. Lebih dari itu, Xavi juga dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Kariernya memang telah bertabur penghargaan. Namun, Xavi tetap memiliki target jelang gantung sepatu.

“Adalah sebuah kehormatan bagi saya untuk dapat bermain hingga usia 39 tahun, dan saya ingin mengakhiri karier saya dengan memenangi Piala Emir Qatar dan mencapai babak lanjut Liga Champions Asia bersama Qatar,” tulis Xavi di suratnya, dikutip dari ESPN.

Menariknya, Xavi tampak tak sabar untuk menjajal karier manajerial seusai pensiun dari lapangan sepak bola. Ia bahkan sudah membayangkan tim yang ia latih akan bermain seperti apa. Tentu saja, permainannya persis dengan apa yang ia mainkan bersama Barcelona dulu.

“Ini memang tahun terakhir saya sebagai pesepak bola. Namun, saya sudah tidak sabar melihat masa depan saya sebagai seorang pelatih. Saya senang melihat tim yang bermain menyerang dan mendapatkan keunggulan di lapangan. Untuk mencapai itu, saya harus kembali ke dasar permainan tim saya dulu, penguasaan bola.”

“Saya merasa terhormat bisa mencapai apa yang saya mampu capai dalam dua dekade terakhir. Oleh karena itu, saya merasa bahwa tugas saya selanjutnya adalah melatih dan memberikan semuanya kepada dunia sepak bola selama saya mampu,” kata Xavi.

Sumber: Kumparan
judul gambarjudul gambar

Pos terkait