2 Bocah Tewas di Septic Tank Proyek, Bupati Takalar Minta Perusahaan Tanggung Jawab

TAKALAR – Dua bocah, AZ (4) dan MA (3) ditemukan meninggal di lubang galian septic tank proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Parappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan pada Rabu, (27/5/2026).

Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye angkat bicara dan meminta agar perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut bertanggung jawab atas tragedi ini.

Bacaan Lainnya

Bupati Takalar berkunjung ke salah satu rumah duka pada Kamis, (28/5/2026) petang.

“Kita semua kehilangan dan duka mendalam atas kasus ini dan ini sebenarnya tidak terjadi jika pihak perusahaan pembangunan proyek Sekolah Rakyat memaksimalkan pengamanan di lokasi,” katanya.

Mati Listrik Bergilir Diduga akibat Korupsi Pengadaan Batu Bara di PLTU
Selain mendatangi rumah duka, bupati Takalar juga mengunjungi proyek pembangunan Sekolah Rakyat.

Lokasi tersebut masih terpasang garis polisi.

“Kami minta pihak PT Nindya Karya yang menangani proyek ini agar bertanggung jawab sekaligus meningkatkan pengamanan baik warga sekitar dan terhadap keselamatan bagi seluruh pekerja jangan sampai kejadian serupa tidak terulang” kata Firdaus.

Proyek Sekolah Rakyat di Parappunganta
Proyek Sekolah Rakyat di Desa Parappunganta ini dibangun di atas lahan seluas 5 hektar.

Sebelumnya, tempat ini merupakan lahan bekas rumah pemotongan hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten Takalar.

Lahan ini kemudian dialihfungsikan.

Proyek ini mulai dibangun pada Desember 2025 dengan menggunakan APBN senilai Rp 229.451.220.000 dan dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Editor: Azhar

Pos terkait