Hanya 9 Truk untuk 12 Kecamatan, Sampah Takalar Minta Perhatian Serius Pemprov Sulsel

TAKALAR – Kabupaten Takalar menghadapi krisis armada sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan atau DLHP hanya mengoperasikan 9 unit truk untuk melayani 12 kecamatan, termasuk Kepulauan Tanakeke.

Plt Kadis DLHP Takalar, Irwan, menyebut keterbatasan itu berdampak langsung pada kecepatan angkut sampah ke TPA Balang, Polongbangkeng Selatan. Jarak TPA yang 7-11 km dari pusat kota makin memberatkan proses.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami andalkan 9 unit saja untuk seluruh Takalar yang kini 12 kecamatan,” kata Irwan, Rabu 20 Mei 2026.

Kondisi Armada Memprihatinkan
Dari 9 truk tersebut, hanya sebagian kecil yang laik jalan setiap hari. Sisanya sering mogok karena minim perawatan dan kerusakan teknis.

Petugas pun berada di bawah tekanan ganda. Target kebersihan tinggi, tapi armada terbatas, BBM sering terlambat, dan kesehatan pengemudi terkuras.

Seorang sopir bahkan mengaku truknya nyaris tidak layak pakai dan hanya bisa melaju pelan. Meski begitu, pengangkutan tetap jalan agar sampah tidak menggunung di permukiman.

Daeng Manye: Sudah Bersurat ke Gubernur
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengatakan telah mengajukan surat resmi ke Gubernur Sulsel untuk tambahan truk dan kendaraan feeder sampah.

“Betul, kami sudah bersurat ke Pak Gubernur Sulsel untuk dukungan armada angkut sampah,” ujar Daeng Manye, Kamis 21 Mei 2026.

Ia juga menyinggung pemotongan fiskal ke daerah dan desa yang membuat penanganan sanitasi makin berat.

“Jika dibiarkan menumpuk, sampah akan berdampak pada kesehatan, pesisir, pariwisata, sampai kualitas hidup warga,” tegasnya.

Kunci Ada di Rumah Tangga
Kabid Humas Diskominfo Takalar, Andi Gunawan, menilai menambah bak sampah tanpa menambah truk justru kontraproduktif.

“Solusi utamanya: kesadaran dari rumah tangga dan RT. Pemilahan dan pengurangan sampah harus digerakkan masif,” katanya.

Ia mencontohkan Tarembang, saat truk rusak beberapa hari dan warga membuang sampah ke jalan karena bak sementara ditolak.

Ia mendorong 6 langkah terintegrasi:

  1. Tambah armada laik operasional
  2. Perkuat sistem berbasis desa/RT
  3. Edukasi masif di sekolah dan komunitas
  4. Aktifkan bank sampah dan pengolahan rumah tangga
  5. Naikkan anggaran operasional DLHP
  6. Satukan kolaborasi pemerintah, media, dan sipil

“Ini pekerjaan bersama. Tanpa gotong royong dan konsistensi, sampah akan jadi penghambat pertumbuhan Takalar,” pungkasnya.

Editor: Azhar

Pos terkait