Takalar Raih Peringkat 3 Pengendalian Inflasi Terbaik se-Sulawesi, Dapat Insentif Rp1 Miliar

KENDARI – Kabupaten Takalar masuk 3 besar terbaik pengendalian inflasi se-Sulawesi tahun 2026. Daerah ini berada di bawah Kabupaten Sigi dan Polewali Mandar.

Capaian itu mengantarkan Takalar menerima insentif fiskal Rp1 miliar dari pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Penghargaan diserahkan di Kendari, Kamis 29 Mei 2026. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye hadir langsung, didampingi Sekda Muhammad Hasbi dan Kepala Bappeda Rahmansyah Lantara.

“Ini pengakuan atas kerja keras menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Daeng Manye.

*Stabilitas Harga, Kunci Daya Beli*
Bagi Daeng Manye, penghargaan bukan tujuan akhir. Ia menyebut ini jadi motivasi menjaga konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.

Pengendalian inflasi berdampak langsung ke rumah tangga. Harga pangan lebih stabil, kebutuhan pokok terjaga, dan tekanan ekonomi warga berkurang.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik, tapi juga dari kemampuan menjaga ekonomi masyarakat tetap stabil,” katanya.

*Strategi Takalar Tahan Inflasi*
Takalar tidak mencapai peringkat 3 secara instan. Pemkab menjalankan beberapa langkah:
1.  *Menjaga rantai pasok pangan* agar tidak terjadi kelangkaan
2.  *Pengawasan harga berkala* di pasar untuk respons cepat saat gejolak
3.  *Koordinasi kuat* dengan pedagang dan distributor demi keseimbangan pasar
4.  *Program ekonomi inklusif* untuk memperkuat ketahanan ekonomi rakyat

Koordinasi antara Pemkab, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan disebut menjadi kunci keberhasilan.

Di tengah tekanan ekonomi global, Takalar dinilai mampu menunjukkan daya saing lewat kebijakan yang terukur dan responsif.

Editor: Azhar*

Pos terkait