Ada Sekda dan Asisten, Andi Sudirman PD Jadi Gubernur Sulsel Tanpa Pendamping

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Dok).
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Dok).
judul gambar

MANIFSTO, MAKASSAR– Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman percaya diri memimpin Sulsel tanpa pendamping. Pasalnya, hingga batas waktu 5 Maret (hari ini), tak ada proses dan mekanisme pengisian jabatan wakil gubernur yang berlangsung sehingga dipastikan jabatan itu bakal kosong hingga masa periode 2018- 2023 berakhir.

Namun, Andi Sudirman yang akan ditetapkan sebagai gubernur pekan depan cukup yakin dan percaya diri memimpin Sulsel tanpa pendamping. Ia mengaku, dukungan dan kemampuan pejabat Pemprov sangat mumpuni untuk menutup celag kekosongan wakil gubernur. .

Bacaan Lainnya

“Kalau memang sudah harus menjalankan seperti itu (tanpa wakil) kan intinya masih ada sekda, asisten, saya kira tak ada masalah,” tegas Sudirman selepas menghadiri Mubes IKA Unhas di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat 4 Maret 2022.

Sudirman meyakini pemerintahan akan tetap berjalan efektif, apalagi selama ini sistem sudah berjalan dengan baik. Kerja sama dan saling mendukung menjadi kuncinya karena SDM di Pemprov cukup mumpuni. “Kita sama-sama saling bersatulah, sama-sama membantu,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle juga menilai pemerintahan akan kewalahan bila hanya dipimpin gubernur tanpa wakil. Bila tanpa pendamping, risikonya Andi Sudirman siap-siap kerja ekstra menuntaskan tugas-tugas besar di sisa masa jabatannya sebagai kepala daerah tunggal.

“Makanya kita ngotot ada wakil gubernur. Kita di DPRD tidak melulu bicara kepentingan politik. Namun kepentingan rakyat yang dikedepankan. Ada kepentingan daerah, akan sangat repot jika gubernur tanpa wakil gubernur,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle, Jumat 4 Maret 2022.

Menurutnya, tantangan pengelolaan pemerintahan ke depan akan jauh lebih besar. Sehingga idealnya, ada wakil yang mendampingi gubernur. Keberadaan wakil akan membantu gubernur agar tidak kewalahan menghadapi banyak tugas-tugas besar nanti.

“Saat ini kita di fase recovery pemulihan ekonomi karena pandemi. Kemudian ada perhelatan politik besar, pemilu 2024 yang persiapannya mulai tahun ini. Juga target-target RPJMD harus dituntaskan. Ini semua butuh percepatan dan rasanya sulit kalau gubernur tidak didampingi wakil,” bebernya.

Namun Andi Sudirman hampir pasti menjadi gubernur tanpa wakil pasalnya tak ada kejelasan pelantikan hingga hari ini. Padahal Kemendagri sebelumnya sudah menyampaikan ke DPRD Sulsel bahwa batas pengisian jabatan wagub hanya sampai 5 Maret nanti.

Ini merujuk pada aturan pengisian posisi wakil gubernur (wagub) hanya bisa dilakukan bila sisa masa jabatan gubernur definitif lebih dari 18 bulan. Aturan batas waktu soal pengisian jabatan wagub tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 (UU Pilkada) terkait pengisian jabatan wakil kepala daerah yang kosong.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait