Dananya Mengendap, Fraksi Golkar Minta Anggaran Stadion Mattoanging Dihibahkan ke Stadion GBH

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Fraksi Partai Golkar Sulsel menyesalkan pembangunan Stadion Mattoanging yang kembali gagal dibangun tahun ini. Padahal keinginan publik sangat besar untuk segera melihat stadion kebanggaan itu dibangun lagi.

Tanda- tanda gagalnya pembangunan Stadion Mattoanging yang sudah dianggarkan Rp66 miliar sudah terlihat karena sejauh ini belum dilakukan tender. Sementara waktu yang sangat sempit sehingga tidak mungkin dimasukkan lagi di APBD Perubahan. Proses tendernya saja memakan waktu sekitar 45 hari.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi Golkar Rahman Pina usai mendengar jawaban Gubernur Sulsel atas pemandangan fraksi DPRD Sulsel, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani.

Rahman Pina menjelaskan, dalam rapat pra pembasan APBD perubahan di komisi E beberapa waktu lalu, Dinas Pemuda dan Olahraga menyampaikan, anggaran untuk stadion Mattoanging tak mungkin lagi digunakan semua. Toh kalau ada, palingan tahap persiapan. Paling maksimal Rp6 miliar dari total Rp66 miliar yang disiapkan.

“Alasannya, waktu yang tersisa tinggal sekitar dua bulan, tender belum dilakukan, apalagi ada gugatan dari pihak lain. Dengan penyampaian itu, maka tidak ada gunanya kita endapkan uang Rp66 miliar itu, angkanya kelihatan, tapi hanya sekadar angka. Lebih baik kita fokus membangun Mattoanging pada 2023 dan lakukan tender dini dengan anggaran maksimal dari pada nanti jadi Silpa,” terang Rahman Pina yang juga ketua Komisi E DPRD Sulsel itu.

Makanya kata dia, Fraksi Golkar mengusulkan agar anggaran tersebut bisa bermanfaat, agar dihibahkan untuk peningkatan standar Stadion Gelora BJ Habibie yang saat ini menjadi home base PSM Makassar.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar Sulsel Rahman Pina saat berbicara dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Rabu 21 September 2022.

“Saya usulkan, karena Pemkot Parepare lagi semangat semangatnya meningkatkan kapasitas stadion dan standar, maka jangan dibiarkan berjuang sendiri. Pemprov harus ikut bantu agar segera bisa tarwujud dan stadion BJ Habibie bisa standar FiFA,” pinta mantan ketua Komisi D DPRD Sulsel itu.

Selain itu, lanjut Ketua Komisi E DPRD Sulsel itu, sebagian anggaran lainnya digunakan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan.

“Untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan yang didengungkan oleh Gubernur untuk bisa melayani daerah-daerah terjauh dan terisolir,” terangnya.

Selanjutnya tutur dia, juga perlu bantuan untuk bisa digunakan pekan olahraga provinsi (Porprov) yang waktu dekat ini akan diselenggarakan. “Kalau masih ada lagi, bisa juga digunakan untuk dukungan kepada panitia Porprov Sulsel, yang akan beberapa hari lagi akan digelar. Tapi dananya belum tersedia,” sambung Rahman Pina.

Editor: Azhar

judul gambar

Pos terkait