TAKALAR — Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengunjungi DPD II Golkar Takalar, Minggu 30 Agustus 2026. Kedatangan orang nomor satu Golkar di Sulsel itu disambut tokoh dan ratusan kader serta simpatisan.
Tampak hadir mantan Wakil Bupati Takalar Andi Makmur Sadda yang juga Ketua Dewan Pembina Golkar Takalar, politisi senior Golkar Takalar Jabir Bonto, Fahruddin Rangga, Japry Yacob Timbo, Dr. Nawir Rahman, dan anggota Fraksi Golkar DPRD Takalar.
Dalam sambutannya, IAS meminta kader Golkar melupakan dinamika Musda DPD I Golkar Sulsel. “Kita lupakan dinamika Musda. Mari kita bersama-sama bekerja untuk kebesaran Golkar di Sulsel dan di Takalar khususnya,” kata IAS di depan ratusan kader.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu pun membeberkan strategi untuk membesarkan kembali Partai Golkar di Kabupaten Takalar. Salah satunya dengan melakukan survei terhadap tokoh-tokoh berpengaruh di daerah tersebut.
Dalam konsolidasi kali ini, IAS didampingi Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Lukman B. Kady, dan sejumlah anggota Fraksi Golkar Sulsel. Hadir juga Ketua Soksi Sulsel Patarai Amir, Ketua AMPI Sulsel Andi Nurhaldin, politisi senior Arfandy Idris, Hoist Bahtiar, Andi Izzul Zulkarnain Latief dan Sittiara Kinang.
“Kita akan petakan siapa tokoh-tokoh yang punya pengaruh di Takalar. Golkar butuh figur yang punya daya dobrak untuk membesarkan partai lagi di sini,” ujar IAS.
IAS mengakui hasil Pemilu 2024 menjadi pekerjaan rumah besar bagi Golkar. Di Takalar, untuk pertama kalinya Golkar terdepak dari kursi pimpinan DPRD setelah hanya mampu meraih 3 kursi dari 35 kursi yang ada.
“Ini harus jadi evaluasi kita bersama. Ke depan kita tidak boleh lagi jalan sendiri-sendiri. Semua kader harus solid, merapatkan barisan, dan turun ke masyarakat. Rajin konsolidasi dan menyapa rakyat. Bukan cuma datang jika dekat pemilu,” tegasnya.
Selain survei tokoh, IAS juga meminta seluruh kader dan pengurus DPD II Golkar Takalar untuk segera menyusun strategi pemenangan menghadapi Pilkada dan Pileg 2029.
“Target kita, Golkar bukan hanya pemenang pemilu, tapi menjadi peraih kursi terbanyak sehingga kita bisa merebut kembali kursi ketua DPRD,” pungkasnya.
Ia juga meminta anggota Fraksi Golkar untuk melibatkan pimpinan kecamatan dan desa/kelurahan di setiap agenda, baik itu reses maupun agenda pengawasan. “Jangan ada anggapan kita dicari kalau dekat-dekat pemilu,” sambung IAS.
Editor: Azhar


