DPRD Setujui Pembentukan 11 Desa Baru di Takalar

  • Whatsapp
judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR– Seluruh fraksi menyetujui rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pembentukan desa-desa persiapan menjadi- desa di wilayah Kabupaten Takalar. Senin (27/6/2022) sore.

Fraksi gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Bintang Kebangkitan Persatuan, Fraksi Takalar hebat dan Fraksi Nasdem menyatakan menerima dan menyetujui ranperda melalui juru bicara masing-masing dalam Rapat paripurna DPRD Takalar.

Bacaan Lainnya

Ranperda pembentukan desa persiapan terdiri dari 11 desa yakni DesaTarangTowaya yang berasal dari pemekaran sebagian desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara.

Desa KalennaLantang yang berasal dari pemekaran sebagian Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

DesaMinasaBaji yang berasal dari penggabungan bagian desa dari Desa Rewataya dan Desa Mattiro Baji Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

DesaKanaeng yang berasal dari sebagian Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan. DesaGalesongTimur yang berasal dari penggabungan bagian desa dari desa Galesong Kota dan Galesong Baru, Kecamatan Galesong.

DesaKampungBeru yang berasal dari pemekaran sebagian desa Pala’lakang, Kecamatan Galesong. DesaTarembang*yang berasal dari pemekaran sebagian desa Boddia, Kecamatan Galesong.

DesaMacciniSombala yang berasal dari pemekaran sebagian Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara.

DesaSawakungBeba yang berasal dari pemekaran sebagian Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara.

DesaBiringkassi yang berasal dari pemekaran sebagian Desa Aeng Batu-Batu, dan *DesaKaballokang Pakkabba yang berasal dari penggabungan bagian desa dari desa Bontolanra dan Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara.

Bupati yang hadir menyampaikan bahwa
Ranperda tersebut telah melalui tahapan harmonisasi internal Pemkab Takalar, dan harmoninasasi Kemenkumham dan telah menemukan kesepakatan.

“Dan Alhamdulillah baru saja kita mendengarkan tahapan akhir yakni rapat persetujuan DPRD Takalar. Dan anggota Dewan yang terhormat telah menyetujui Ranperda pembentukan 11 desa persiapan ini,” kata Syamsari.

Setelah memperoleh persetujuan dari DPRD, maka proses selanjutnya Pemkab Takalar akan mengajukan permintaan nomor register perda di Biro Hukum Setda Provinsi Sulsel, dilanjutkan dengan permintaan kode wilayah pada Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, agar bisa menjadi desa definitif dan dapat menentukan pejabat desa yang akan memimpin.

“Saya berharap apa yang kita laksanakan hari ini dapat meningkatkan pelayanan publik bagi warga, menunjukkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa, memajukan perekonomian dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan,” pungkas Syamsari.

Editor: Azhar

  • Whatsapp

Pos terkait