Ini Sikap Resmi FPI Terhadap Aliran yang Diduga Sesat di Samata Gowa

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR- Aliran yang diduga sesat dianut oleh sebuah Yayasan bernama Nur Mutiara Makrifatullah yang berlokasi di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa tiga hari terakhir menjadi perbincangan publik.

Diduga aliran tersebut melarang pengikutnya untuk salat, memakan ikan dan daging. Atas pemberitaan tersebut, Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulsel menegaskan akan memilih cara- cara damai dalam menyikapi persoalan yang meresahkan publik itu.

Bacaan Lainnya

Untuk itu Front Persaudaraan Islam Sulawesi Selatan menyikapi adanya oknum yang mengatasnamakan FPI Sulsel yang bereaksi keras tanpa tabayyun terlebih dahulu.

Jubir FPI Sulsel Armand Rachman menegaskan, pihaknya akan bertindak setelah melakukan tabayyun dan juga akan melakukan musyawarah. Ia mengaku, musyawarah itu salah satu ujung tombak perjuangan FPI saat ini.

“Kami akan menunggu hasil investigasi dari pemerintah setempat dan pihak yang terkait. Kami dari Front Persaudaraan Islam tidak akan gegabah dan terburu buru melakukan tindakan apapun sebelum benar benar bertabayyun dan bermusyawarah,” kata Armand dalam rilisnya, Kamis 5 Januari 2023.

“Dan hal ini saya sudah kordinasi dengan Habib Muhammad dan Habib Faisal dan beliau menyampaikan bahwa sekarang ini Front Persaudaraan Islam lebih fokus pada persoalan Kemanusiaan dan Persaudaraan,” sambung Armand Rachman.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait