Kasus Kecurangan CPNS di Luwu, Anggota Dewan hingga Pejabat BKPSDM Diduga Ikut Bermain

judul gambar

MANIFESTO, BELOPA- Kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Belopa, Luwu mulai terkuak.

Itu setelah seorang tenaga teknisi yang disewa vendor dalam ujian Computer Assisted Test (CAT) seleksi CPNS di Kabupaten Luwu, RL buka suara soal adanya dugaan kecurangan yang terjadi saat ujian itu berlangsung.

Bacaan Lainnya

RL bahkan menyebut jika ada oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu yang bermain dalam kasus tersebut. Anggota DPRD itu katanya berinisial EB.

Tidak hanya itu, RL juga mengaku jika dalam kecurangan itu ada oknum pejabat dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu yang ikut andil dalam kasus itu.

Ia mengaku jika dirinya mendapat perintah langsung dari vendor penyewa jasanya, untuk meloloskan beberapa peserta seleksi CPNS. Bahkan salah seorang di antaranya merupakan adik pejabat dan anak dari pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

“Katanya permintaan bos. Bos yang dimaksud yakni oknum pejabat BKPSDM dan anak kandung pejabat Pemkab Luwu,” katanya dikutip dari Jurnal TV.com, Senin 7 Maret 2022.

“Saya hanya eksekutor yang bekerja sesuai permintaan yang menyewa keahlian saya sebagai tenaga IT,” sambung RL.

Dia menegaskan, jika dirinya siap mempertanggungjawabkan perbuatannya dan akan menyerahkan diri ke Mapolres Luwu. Kendati demikian, RL meminta penyidik di Polres Luwu nantinya harus menyelidiki kasus tersebut secara profesional dan memeriksa semua nama yang menjadi otak dalam
Anggota Dewan hingga Pejabat BKPSDM Diduga Ikut Terlibat dalam Kasus Kecurangan CPNS Luwu.

“Kami hanya orang yang bekerja sesuai perintah. Maka otak dari masalah ini juga harus bertanggungjawab secara hukum,” ujarnya.

RL kemudian menyebut sejumlah nama oknum pegawai di BKD Luwu dan AK oknum pegawai Diskominfo yang berperan aktif dalam kasus ini. Sementara Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto mengatakan, jika saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Tersangka saja masih dalam pemeriksaan.Belum ada perkembangan ke arah sana. Masih pidana pokoknya terkait tindak pidana cyber,” katanya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait