Ketua Fraksi Nasdem Sayangkan Sikap Ni’matullah Terkait Vale, Ady Ansar: Tak ada yang Salah

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, Ady Ansar menyayangkan sikap wakil ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah yang tiba- tiba berbalik menyalahkan sesama koleganya di DPRD terkait “pengusiran” utusan Vale pada Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis, 24 Maret 2023.

“Saya kira sikap ketua Komisi D, pak RP (Rahman Pina) sudah benar. Hanya menindaklanjuti keinginan dari para peserta rapat. Mudah- mudahan setelah dijadwalkan ulang, PT. Vale bisa hadir untuk mengklarifikasi sejumlah persoalan yang dipertanyakan beberapa pihak melalui surat dan aspirasi yang diterima di komisi D,” kata Ady dalam postingan klarifikasi yang dishare ke sejumlah grup Whatsapp, Jumat 25 Maret 2022.

Bacaan Lainnya

Ady Ansar mengaku kaget atas pernyataan Ni’matullah yang beredar. “Harusnya kak Ulla (Ni’matullah—red) sebagai salah seorang unsur pimpinan dewan, harus mendapatkan informasi utuh dari komisi D sebelum memberi keterangan,” kata politisi yang dikenal vocal itu.

Ady Ansar. (Ist)

Menurut dia, perlu diklarifikasi atas statemen Ni’matullah yang disampaikan ke sejumlah media, karena yang bersangkutan tidak haadir dan tidak ngerti substansi masalah.

“Dalam rapat itu saya sampaikan, kalau beberapa waktu lalu, saya juga juga salah seoran unsur pimpinan di komisi C. Sulit sekali menghadirkan direksi PT Vale. Karena di undangan kita tujukan ke direksi, tentu kita berharap salah seorang diantara mereka bisa hadir. Jadi keliru kalau ada yg buat statemen bahwa penjadwalan ulang itu dianggap pengusiran dan umtuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Ady menegaskan.

Dalam rapat tersebut, kata mantan legislator tiga periode DPRD Selayar ini, bukan cuma dia (RP) mengusulkan agar direksi PT Vale dihadirkan.

“Teman teman lain juga begitu, pak Ansyari Mangkona PDIP, pak Syarif PKB, pak Muchtar Badawing PAN, semua. Jadi saya kira putusan ketua komisi, pak RP, hanya menindaklanjuti keinginan dari para peserta rapat,” jelasnya.

Ia berharap , setelah dijadwalkan ulang nanti , PT. Vale bisa hadir uk mengklarifikasi sejumlah persoalan yg pertanyakan beberapa pihak melalui surat- surat yang diterima di komisi D.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina saat memimpin RDP dengan PT Vale Tbk, Kamis 24 Maret 2022. (Ist)
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina saat memimpin RDP dengan PT Vale Tbk, Kamis 24 Maret 2022. (Ist)

Sebelumnya, dalam keterangan ke sejumlah media di DPRD Sulsel, Ni’matullah menyayangkan pengusiran yang dilakukan komisi D terhadap perwakilan PT Vale.

“Saya merasa terganggu dengan narasi yang menyebutkan DPRD mengusir utusan PT Vale, lagian rapat yang digelar Komisi D adalah RDP bukan rapat pengambilan keputusan,” kata Ni’matullah, Kamis, (24/3).

Ia mengatakan jika RDP dilakukan untuk membahas soal limbah bukan rapat pengambilan keputusan.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Rahman Pina, tak ingin berpolemik lebih jauh. Ia tetap pada pendiriannya untuk menghadirkan direksi PT Vale dalam RDP sekaligus meminta agar kontrak Vale yang berakhir 2025 tidak diperpanjang.

“Saya tak yakin pak Ulla lebih memihak investor asing dari pengusaha lokal dan nasional. Beliau mantan aktivis yang mumpuni. Tidak mungkin menjadi beking orang orang asing yang terus mengeruk kelayaan alam sulsel,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui upaya upaya sistematis untuk menggagalkan perjuangannya untuk menghentikan kontrak PT Vale makin terasa. “Begitu banyak kepentingan yang bermain di Vale,” katanya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait