Manuver NH Tolak TP, Rugikan Imun, Untungkan Appi dan Dilan

Mantan Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid bersama pasangan Irman Yasin Limpo- Zunnun Armin Nurdin Halid beberapa waktu lalu. (Int)
Mantan Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid bersama pasangan Irman Yasin Limpo- Zunnun Armin Nurdin Halid beberapa waktu lalu. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Mantan Ketua DPD 1 Golkar Sulsel HM Nurdin Halid belum juga ikhlas menyerahkan tampuk pimpinan Golkar Sulsel ke penggantinya, Taufan Pawe. NH bersama loyalisnya bahkan terang terangan  menyampaikan keinginannnya untuk melakukan musyawarah daerah ulang.

Terakhir, NH kembali mengusulkan agar Golkar Sulsel melaksanakan musda ulang di sebuah warung kopi di kawasan Boulevard Makassar. “Saya usulkan untuk dilakukan musda ulang. Jadi ditunggu saja keputusan pak Airlangga,” kata NH, Kamis 1 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, loyalis NH juga berulang kali melakukan unjuk rasa di depan kantor Golkar Sulsel. Mereka meneriakkan pelaksanaan musda ulang. Bahkan, mereka sempat memblokir kantor yang terletak di Jalan Bontolempangan Makassar itu.

Manuver NH bersama loyalisnya yang terus melawan Taufan Pawe ternyata membawa kerugian besar bagi pasangan Irman Yasin Limpo- Zunnun Armin Nurdin Halid (Imun) di Pilwali Makassar. Dukungan kader- kader Golkar yang seharusnya solid mendukung pasangan None- Zunnun menjadi berantakan.

Kader- kader Golkar yang mendukung Taufan Pawe malah antipati kepada Zunnun Nurdin Halid yang berpasangan dengan None itu. Belum lagi, kader- kader senior Partai Golkar yang telah lebih dulu mengarahkan dukungan kepada kandidat lain, seperti Wakil Ketua DPP Partai Golkar Erwin Aksa dan mantan Wakil Ketua Golkar Sulsel Diza Rasyid Ali yang memilih mendukung pasangan Munafri Arifuddin- Rahman Bando.

Ada juga mantan Bendahara Golkar Sulsel di era Nurdin Halid, Rusdin Abdullah yang memilih mendukung pasangan Moh Ramdhan Pomanto- Fatmawati Rusdi. Terakhir dikabarkan sejumlah kader- kader muda Partai Golkar yang kecewa dengan pergerakan NH bersama loyalisnya malah mendukung pasangan Syamsu Rizal- Fadli Ananda (Dilan).  

Pengamat politik Unhas Sukri Tamma mengatakan, seharusnya semua energy Partai Golkar diarahkan untuk memenangkan kader- kader yang diusung di Pilkada. Manuver yang dilakukan oleh NH bersama loyalisnya yang menentang ketua Golkar Sulsel terpilih, Taufan Pawe jelas membawa kerugian besar bagi None- Zunnun di Makassar.

Pasalnya, lawan- lawan politik NH di internal Golkar dan kubu pendukung Taufan Pawe akan semakin menjauh dari pasangan None- Zunnun. Mereka yang berseberangan dengan NH akan memilih diam di Pilwali Makassar atau malah mendukung kandidat lain.  

“Manuner NH jelas membawa pengaruh secara langsung bagi pasangan kandidat yang diusung Golkar di Makassar, kader- kader Golkar yang berseberangan dengan NH kemungkinan tidak akan mendukung, apalagi memenangkan None- Zunnun di Makassar,” kata Sukri.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait