Mendadak Sekprov Sulsel Diusulkan Diganti, Arfandy Idris: Ada Apa?

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR- DPRD Sulawesi Selatan bereaksi setelah mendengar adanya usulan pergantian Sekretaris Provinsi Abdul Hayat Gani yang terkesan mendadak.

Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan dari Fraksi Golkar DPRD Sulsel Arfandy Idris menilai, momentum pergantian Sekprov Sulsel kurang tepat. Kata dia, tak ada urgensi yang mendasar sehingga dilakukan pergantian pejabat. Belum lagi tanpa keberadaan wakil gubernur dan dilakukan di saat akhir masa jabatan.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada urgensi yang perlu sehingga menganti sekda, dasarnya apa? Apalagi kondisinya tanpa ada wakil gubernur dan akan berakhir masa bakti,” kata Arfandy, Senin 21 November 2022.

Ia menegaskan, seharusnya Gubernur Sulsel mempertimbangkan stabilitas pemerintahan. Apalagi Pemprov harus fokus merealisasikan program pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018- 2023.

“Bahwa perlu adanya stabilitas penyelenggaraan pemerintahan, sehingga pergantian sekda tanpa dasar menjadi sesuatu yang tidak produktif,” terang politisi Partai Golkar itu.

Harusnya kata politisi senior itu, dengan sisa 10 bulan lagi masa jabatan, mestinya gubernur fokus menyelesaikan janji janji politik, RPJMD, dan menuntaskan stadion Mattoanging. “Jangan malah sibuk ganti dan mutasi pejabat,” ungkap Arfandy.

Diketahui, lewat surat Gubernur Sulsel bernomor 800/0019/BKPSDMD tertanggal 12 September 2022 itu yang ditujukan langsung ke Presiden Jokowi lewat sekretariat negara, Abdul Hayat Gani resmi diusulkan untuk diganti.

Belum jelas alasan pergantian Hayat Gani pada posisi yang sangat strategis di Pemprov Sulsel itu.

Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani yang dikonfirmasi terkait pergantian dirinya hanya merespon singkat. “Ohh, gitu ya,” kata Hayat lewat whatsaap, Senin 21 November 2022.

Terkait pergantian Sekprov Sulsel, sejumlah nama dikabarkan berpeluang mengganti posisi Hayat Gani. Di antaranya Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah Sulsel, Andi Darmawan Bintang, Kepala BKD, Imran Jauzi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sukarniaty Kondolele, Asisten lll Pemprov Tautoto Tanaranggina, hingga Ketua TGUPP Sulsel, Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, M.Si dan mantan Pj Walikota Makassar, Prof Yusran Yusuf.

Editor: Azhar

judul gambar

Pos terkait