Paripurna Interpelasi DPRD Takalar Sepi Pengunjung

MANIFESTO, TAKALAR– Sidang paripurna DPRD Takalar untuk pengajuan Interpelasi yang diperkirakan dibanjiri masyarakat rupanya hanyalah isapan jempol belaka.

Jejeran kursi tamu di ruang paripurna banyak yang kosong, padahal Ketua DPRD sudah melayangkan surat undangan baik melalui online maupun melalui surat langsung.

Bacaan Lainnya

“Saya kira tommi bisaka dapat pembeli yang banyak, makanya saya buat tommi kue yang banyak, ternyata tidak ada yang beli. Rugija kurasa kalau begini” ujar Alle pedagang kue yang sengaja datang berjualan di sekitar kantor DPRD Takalar namun ternyata sepi pengunjung, Jumat 2 Oktober 2020.

Sepinya peminat menunjukkan bahwa hak interpelasi tidak membumi. Apa yang dikeluhkan oleh Anggota Dewan bukanlah keluhan masyarakat.

“Kita sebenarnya perlu tahu Masyarakat mana yang diwakili aspirasinya oleh Dewan yang Terhormat. Karena kenyataan hari ini masyarakat yang digadang-gadang akan membanjiri Kantor DPRD ternyata tak terbukti,” kata aktivis perempuan, Nurlinda Taco.

“Sebaiknya ini jadi bahan refleksi bagi DPRD supaya tidak terulang ke depannya, Lain yang dirasakan warga, lain pula yang diperjuangkan. Bukan hanya kurang Peminat di dunia nyata, tapi di media sosial pun hanya ditonton puluhan Nitisen. Mungkin Ini merupakan akibat dari melalaikan tugas pokok yaitu membahas APBD P” sambung Nurlinda.

Editor: Azhar

Pos terkait