Pj Walikota Makassar Ingatkan ASN Berhati- hati Gunakan Sosmed

  • Whatsapp
Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin ingat ASN agar netral selama tahapan Pilwali 2020. (Int)
Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin ingat ASN agar netral selama tahapan Pilwali 2020. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR – Menjelang pilwali 2020 Kota Makassar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer mesti berhari-hati dalam bermedia sosial.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menegaskan, ASN dan tenaga honorer dilarang untuk memberikan like pada konten yang berbau pilkada di media sosial.

Bacaan Lainnya

Sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 13 Angka 13, ASN akan diberikan hukuman disiplin tingkat berat.

“Sudah jelas di PP nomor 53 dilarang, tidak boleh mendukung, tetapi boleh memilih,” kata Rudy, Selasa 22 September 2020.

Ia menegaskan, jika ada terbukti maka siap-siap akan diberikan saksi tegas berupa pemberhentian sebagai ASN dan tenaga honorer. “Sanksi paling berat bisa pemberhentian atau pemecatan,” tegasnya.

Rudy mengatakan, like di medsos sangat terkait dengan netralitas Pilkada 2020. ASN dan tenaga honorer tidak mengunggah, memberikan like calon wali kota Makassar melalui media sosial.

“Sanksi sudah tegas, di dalam PP ada sanksi ringan, sanksi sedang, sanksi berat dan semua sudah ada mekanismenya,” ungkapnya.

Rudy mengaku, telah berulang kali mengimbau, netralitas ASN tetap dijalankan selama tahapan pilkada 2020 ini.

“Saya selalu mengimbau ASN kita jangan karena emosional sesaat tetapi mengorbankan dirinya sebagai ASN, yang berimbas lagi kepada keluarganya kasian,” imbaunya.

“Kerja saja profesional sebagai pelayan masyarakat jangan terganggu dengan kegiatan politik,” pungkasnya.

Penulis: Fadli

  • Whatsapp