Realisasi Proyek Tol MNP Capai 40,53 Persen hingga Desember 2022

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Pengerjaan jalan akses tol menuju Makassar New Port (MNP) terus dikebut. Sejauh ini, realisasi proyek infrastruktur tersebut berjalan lancar, bahkan melampaui target. Hingga pekan keempat Desember 2022, progres proyek tol MNP menembus angka 40,53 persen atau lebih dari perencanaan 36,58 persen.

“Hingga pekan ini 40,53 persen dari rencana 36,58 persen atau ada deviasi plus 3,95 persen,” kata Direktur Utama PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), Ismail Malliungan.

Bacaan Lainnya

Menurut Ismail, saat ini seluruh pekerjaan pondasi bore pile telah tuntas. Selanjutnya, berfokus pada pengerjaan pile cap, pier head dan erection precast slab. Terhitung pekan ini, kata dia, pihaknya juga akan mulai melakukan pengerjaan erection box girder.

“Semua pekerjaan tersebut dilaksanakan secara simultan. Untuk box girder sendiri telah tiba di lapangan, siap untuk erection. Semoga semuanya dapat berjalan lancar,” tuturnya.

Ismail juga menyebut sembari pengerjaan tol MNP terus berjalan, pabrik Wika Beton juga secara paralel terus memproduksi precast slab dan box girder. Pihaknya terus bekerja ekstra untuk memastikan proyek tol MNP bisa rampung sesuai target pada Juli 2023 mendatang.

Ismail sebelumnya menyampaikan optimisme pihaknya agar proyek infrastruktur vital senilai Rp705 miliar ini tuntas tepat waktu, meski sempat diwarnai dinamika pembebasan lahan. Kolaborasi berbagai pihak melibatkan Pelindo, BPJT dan pemerintah daerah menjadi kuncinya.

Penuntasan tol MNP penting lantaran infrastruktur ini memiliki peran vital dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Sulsel, sebagai Gerbang Kawasan Timur Indonesia. Tol sepanjang 3,25 kilometer ini menghubungkan pelabuhan baru dengan bandara, kawasan industri, pergudangan, permukiman dan kawasan terpadu lainnya melalui tol eksisting, mulai section I, II, III dan IV serta tol layang AP Pettarani.

Menurut dia, kehadiran tol MNP akan sangat menunjang arus logistik dari dan ke pelabuhan baru. Proyek yang dikerjakan Nusantara Infrastructure melalui PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pembangunan pun selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang terus mendorong pembangunan infrastruktur demi membuka pusat ekonomi baru dan lapangan kerja baru. Muaranya, dapat mengakselerasi nilai tambah bagi perekonomian rakyat.

“Peran atau dampak (tol MNP) ke perekonomian tentu sangat vital, karena menjadi suatu sistem jaringan yang menghubungkan antara pelabuhan dengan pusat produksi dan distribusi untuk komoditas, baik itu barang yang didatangkan (impor) maupun barang yang akan dikirim (ekspor). Ya pastinya bisa memacu lebih lagi perekonomian,” jelasnya.

Optimisme menggeliatnya perekonomian juga tidak lepas atas kehadiran MNP sebagai pelabuhan baru dengan kapasitas ‘raksasa’ untuk bongkar muat peti kemas. Di pelabuhan lama Soekarno-Hatta, kapasitasnya berkisar 700 ribu TEUs. Adapun di MNP yang dibangun bertaha

Dampak ekonomi lain yang langsung berimplikasi atas pembangunan tol MNP adalah serapan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dalam negeri. Pengerjaan tol ini menyerap kurang lebih 700 pekerja, dimana 60 persen ialah pekerja lokal. Diakuinya masih perlu memakai tenaga dari luar Sulsel untuk pekerjaan ahli berpengalaman, khususnya perihal teknis maupun aspek keamanan dan keselamatan.p hingga level ultimate (tahap III) diproyeksi berkapasitas 3 juta TEUs.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait