Setelah Jabatan DPRD Dicopot, John Rende Bakal Di-PAW

Foto diduga John Rende Mangontan (JRM) yang hadir di kampanye akhir bukan usungan Golkar menjadi salah satu bukti yang kuat untuk menjatuhkan sanksi PAW. (Ist)
Foto diduga John Rende Mangontan (JRM) yang hadir di kampanye akhir bukan usungan Golkar menjadi salah satu bukti yang kuat untuk menjatuhkan sanksi PAW. (Ist)
judul gambar

MANIFEST0, MAKASSAR– Tamat sudah karier politik John Rende Mangontan (JRM) untuk tetap duduk di kursi DPRD Sulsel. Setelah jabatannya dicopot, akan diikuti dengan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai konsekwensi atas sikap politiknya mengkhianati partai.

“Mekanismenya begitu, kalau sudah dapat SP-1, kemudian diminta klarifikasi dan mengakui melawan partai. Pasti di PAW, apalagi ini pak John sudah umumkan sendiri dirinya melawan putusan partai. Baik di media online maupun media sosial. Tentu tidak sulit lagi bagi tim DPD 1 untuk menjatuhkan sanksi paling keras sekalipun, termasuk PAW,” kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina, Selasa 8 Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Hanya saja, kata dia, terkait proses PAW anggota  DPRD, menjadi domain DPD 1 Partai Golkar Sulsel dan DPP. “Itu bukan ranah fraksi. Kami hanya bisa membina lewat rotasi penempatan di AKD (alat kelengkapan dewan). Pembinaan tertinggi di fraksi adalah tidak menempatkan yang bersangkutan  di komisi apapun, atau non komisi,” katanya.

Sebelumnya, Fraksi Golkar membenarkan telah mencopot posisi John Rende sebagai Ketua Komisi D dan anggota Badan Anggaran. John Rende juga dirotasi dari komisi D ke komisi E.

Surat pencopotan John Rende itu, telah disampaikan ke Ketua DPRD untuk ditindaklanjuti. “Sudah, sudah. Suratnya sudah  di meja  bu Ketua DPRD,” kata Rahman Pina.

Mantan legislator DPRD Makassar dua periode ini menjelaskan, fraksi sebagai perpanjangan tangan partai, ingin semua anggota fraksi bisa tertib dan tidak keluar dari arah kebijakan yang telah diputuskan.

“Tidak boleh ada bergerak atas keinginan sendiri. Sebagai partai besar, modern, dan disegani. Aturan partai harus ditegakkan, dan menjadi warning bagi kader lainnya,” kata Rahman Pina yang juga adalah Ketua  AMPG Sulsel ini.

Seperti ramai diberitakan, John Rende dianggap melawan putusan partai saat menghadiri konsolidasi pemenangan usungan Golkar di Tana Toraja awal pekan lalu. Ia ogah mengangkat dua jari  simbol nomor urut Nicodemus Biringkanae- Viktor Datuan Batara (Nico- Viktor) yang diusung Golkar. Walaupun akhirnya menurut setelah  dipaksa oleh  Ketua DPD 1 Golkar Sulsel, Dr H Taufan Pawe mengangkat dua jari di depan pengurus Golkar Tana Toraja.

Setelah kasus tersebut, John Rende menyampaikan permohonan maaf. Namun selepas acara itu, John Rende malah hadir lagi di acara kampanye kandidat lain dan menjelek jelekkan jagoan Golkar.  

Ia juga menyampaikan kalau perlawanannya itu didukung DPP dan mahkamah partai. Tak hanya itu, setelah dicopot dari pimpinan komisi, dia pun mengakui mendukung calon bukan usungan Golkar dan siap menerima konsekwensi atas pilihannya itu.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait