Syamsuddin Mundur Karena Kalah di Pilkada, Golkar Sulsel: Itu Gentel!

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid. (Int)
Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid melayangkan pengunduran diri sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep usai gagal memenangkan usungan Partai Golkar di pilkada Pangkep 9 Desember 2020.

Pasangan Andi Ilham Zainuddin- Risma Syamsuddin (Aiz- Risma) yang diusung Partai Golkar bahkan hanya menempati posisi ketiga dari empat kandidat yang bertarung di pilkada Pangkep. Pasangan Aiz- Rima kalah dari pasangan Yusran Lalogau- Syahban Sammana. Diketahui, Yusran yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Pangkep adalah ponakan langsung dari Syamsuddin Hamid.

Bacaan Lainnya

Pengunduran diri mantan Ketua DPRD Pangkep itu tertanggal 24 Desember 2020 dan telah beredar luas di sosial media.   

Dalam surat bermaterei yang ditandatangani langsung oleh mantan Kepala Desa Batara, kecamatan Labakkang itu, Syamsuddin mengucapkan permohonan maaf yang mendalam atas kekalahan yang diderita usungan Partai Golkar. Untuk itu, kepala daerah bersahaja itu pun memilih mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap Partai Golkar.

Mendengar kabar pengunduran diri Syamsuddin, Juru Bicara DPD I Partai Golkar Sulsel dr Salwah Mochtar mengaku, belum melihat suratnya secara langsung. Namun jika itu betul, Salwah menghargai keputusan politisi  yang telah 10 tahun lebih memimpin Partai Golkar di Pangkep itu.

”Suratnya belum kami terima, tapi kalau itu betul, kita hargai semangat dan tangung jawabnya, saya kira itu gentel,” kata Salwah kepada watawan, Senin 28 Desember 2020.

Ia pun memuji sepak terjang dan prestasi Syamsuddin yang telah memenangkan Partai Golkar di dua pemilu plus dua pilkada di Pangkep. “Dari awal beliau kader Golkar yang andal dan penuh tanggung jawab,” kata Salwah.

Hanya saja, masa kepemimpinan Syamsuddin sebagai Ketua Golkar Pangkep memang sudah habis. Dalam waktu yang tak lama, Golkar Sulsel memang sudah akan menunjuk Plt sebagai pengganti Syamsuddin yang masa jabatannya telah berakhir.

Selain kalah di pilkada, sebelumnya Partai Golkar di bawah kepemimpinan Syamsuddin juga kalah di pemilu 2019. Partai Golkar pun harus merelakan Kursi Ketua DPRD Pangkep diduduki oleh legislator Nasdem. Ini untuk pertama kalinya, Ketua DPRD lepas dari genggaman Partai Golkar.

Editor: Azhar  

judul gambarjudul gambar

Pos terkait