Turunkan Angka Stunting, Pemkab Takalar Gelar Rakor Tim Audit

judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR- Sekretaris Daerah H. Muhammad Hasbi, S.Stp.,M.Ap membuka rapat koordinasi tim audit kasus stunting, dalam rangka penurunan stunting tingkat kabupaten Takalar yang berlangsung di Baruga I Manindori, Kantor Bupati Takalar, Kamis (1/9/2022) pagi.

Tim audit stunting yang dihadirkan dalam rapat koordinasi yakni dokter anak, dokter obgyn, ahli gizi, tenaga gizi, Kepala Puskesmas dan masing-masing camat dikabupaten Takalar.

Bacaan Lainnya

Audit stunting ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dan metode dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Takalar yang saat ini berada pada peringkat ketiga di Sulsel angka stunting tertinggi berdasarkan data SSGI sebesar 34,7 persen.

Sekda Takalar sekaligus wakil ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) menyampaikan bahwa konsistensi dibutuhkan untuk keluar dari permasalahan gizi masyarakat ini.

Untuk keluar dari kasus stunting ini kata Sekda, maka harus menganalisis terlebih dahulu akar masalah penananganan dan pencegahan stunting. Kemudian berembuk untuk pemecahan masalah.

“Kita harus mengidentifikasi, kemudian mencari 5W + 1 H. Stunting ini muncul karena kurang gizi, maka bisa melibatkan dinas pertanian dan ketahanan pangan untuk menyediakan bibit tanaman pekarangan untuk ditanam agar kebutuhan gizi sayurannya terpenuhi,” papar Hasbi.

Sekda Takalar menambahkan bahwa para camat dan kepala desa berperan untuk menganggarkan penyediaan alat pengukur tinggi badan yang baru karena ini juga menjadi masalah perbedaan angka stunting kita di Takalar.

“Olehnya itu, saya minta kita konsisten untuk penanganan kasusnya. Karena ini masalah yang sederhana, tapi kita hanya butuh bekerjasama dan konsisten menjalankan solusinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga sekaligus Wakil Ketua II TPPS Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi., M.Si menyampaikan agar seluruh stakeholder yang berperan dalam penurunan angka stunting untuk fokus pada SOP.

“Hari ini kita semua diaudit, semua yang terlibat dalam penurunan stunting dievaluasi dan diaudit untuk penurunan angka stunting ini. Semua stakeholder memiliki tujuan yang sama yakni penurunan dan pencegahan stunting, olehnya itu kita harus berjalan mengikuti SOP,” kata Irma.

Audit stunting ini dilaksamakan untuk menyamakan persepsi dalam rangka percepatan penurunan angka stunting.

Sebagaimana diketahui, kasus stunting Kabupaten Takalar berada pada angka 34,7 berdasarkan parameter SSGI. Angka ini cukup tinggi di Sulawesi Selatan, dan terjadi perbedaan dengan data dari parameter EPPBGM yang digunakan oleh Pemkab Takalar dalam pengukuran angka stunting dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait